Kamis, 18 Agustus 2011

Harmony in Diversity


Nama   : Riezky Amalia
Fakultas : Ilmu Budaya
Jurusan   : Sastra Inggris
Harmony in Diversity
Jika keragaman identitas mengakar dalam setiap diri kita, maka keharmonisan sosial harus kita ciptakan sendiri. untuk itu perlu kesadaran masing-masing kita bahwa keragaman tidak bisa kita tolak. Juga kita tidak bisa memaksakan orang lain sama dengan kita. sebab perbedaan dan keragaman adalah hakikat kemanusiaan akibat panca indera akal dan bahsa kita yang terbatas.
namun apakah kesadaran saja cukup? tentu saja tidak. dalam survei LSI bersama Lazuardi Birru tahun 2010 menunjukkan bahwa umumnya masyarajkat Indonesia intoleran. enam dari 10 orang indonesia tidak bisa menerima disekitarnya dibangun rumah ibadah agama lain. lalu bagaimana mengatasi intoleransi yang umum seperti ini?
untuk mengatasinya adalah komitmen pemerinbtah terhadap penegakan hukum. agenda penegakan hukum harus menjadi prioritas mempercpat masa transisi menuju konsolidasi demokrasi. aturan main dan hukum yang dibuat melalui mekanisme demokkratis harus dikawal dengan baik. siapa saja yang melanggar aturan main dia harus mendapatkan hukuman sebagaimana diatur dalam UU yang berlaku. siapa saja yang tampil dengan wajah beringas dan melakukan tindakan kriminal, ia akan berhadapan dengan penegak hukum yang tegas. sehingga, sikap toleransi buah dari politik identitas yang mengarah pada tindakan dengan kekerasan tidak berani muncul.
menekan warga untuk tidak menyalurkan aspirasinya melalui kekerasan saja tidak cukup. usaha ini hatus dibarengi dengan membuka ruang kontestasi yang selebar-lebarnya. sehingga, aspirasi tersalurkan dengan baik dan melalui mekanisme yang adil, transparan, dan tanggung jawab. dengan begitu, keragaman akan tetap kita rayakan melalui kontestasi yang sehat. pertarungan kekuatan berbagi elemen dengan sendirinya akan menyeleksi anak-anak terbaik bangsa. dengan begitu, kemungkinan kta bersaing dengan negara lain semakin lebar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar